Sepenggal Kisah di Gunung Gede (Lagi..)

IMG_0047Kira-kira apa yang muncul di benak kalian ketika saya sebutkan dua kata – gunung Gede – mungkin imajinasi kalian akan terbang ke suatu tempat bernama Surya Kencana, hamparan bunga Edelweiss atau puncak Pangrango. Gunung Gede memang sudah tidak asing di telinga khususnya bagi para pegiat olah raga alam bebas, pendaki, maupun travellers. Daerahnya yang merupakan kawasan Konservasi dan sudah berstatus Taman Nasional ditunjang dengan aksesnya yang mudah kesana membuat gunung ini tidak pernah sepi pengunjung. Paling tidak gunung ini selalu menjadi destinasi para pendaki di Jakarta ketika tiba hari libur untuk melepaskan penat dari hingar-bingar ibukota.

Tidak terkecuali saya dan beberapa kawan yang merencanakan pendakian kesana untuk mengisi liburan semester yang lumayan panjang. Sebelum ini saya memang sudah pernah mencicipi suasana mendaki ke gunung Gede  dan akibat ajakan dari beberapa teman kosan yang minta ditemani kesana saya pun memutuskan mengisi liburan ini untuk kembali mengunjungi Surya Kencana.

Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 – 3.000 mdpl, dan berada pada lintang 106°51′ – 107°02′ BT dan 64°1′ – 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. Sumber: Wikipedia

Kami berangkat dengan jumlah anggota lima orang, dari dulu saya memang senang mendaki dalam kelompok kecil antara 4-6 orang menurut saya jumlah tersebut adalah yang ideal. Dari kelima orang ini hanya saya yang pernah mendaki sebelumnya hmm.. sebenarnya ada rasa takut juga membawa teman-teman yang belum punya pengalaman tapi hitung-hitung challenge untuk saya hihihi.. tak apalah sekalian diajarin toh untuk sama-sama mencintai dan menjaga alam ini. Makin banyak yang menggeluti aktivitas ini maka akan semakin mudah kita menyuarakan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Okee.. anggota buat jalan sudah dapat, mondar-mandir cari alat pun juga sudah sekarang waktunya untuk bertualang, tapi ada satu hal yang harus dicatat yah, gunung Gede itu memakai sistem booking untuk pendaki yang mau mendaki di TNGGP ( Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango). Jadi gak asal naik loh! Sistem ini dibuat karena gunung Gede dan gunung Pangrango termasuk ke dalam kawasan konservasi, jadi pengunjung yang masuk ke dalam kawasan yang dilindungi itu harus dibatasi jumlahnya guna meminimalisir kerusakan yang terjadi. Buat yang di luar Jawa bagaimana dong kalau mau naik? tenang.. ada sistem online booking kok di website resminya http://www.gedepangrango.org

Kalau sudah booking nanti kita dapat lembaran surat yang dikenal dengan SIMAKSI. Surat ini nanti kita kasih ke petugas saat masuk dan keluar kawasan. Udah paham..? Kalau sudah mari nikmati perjalanannya :D

Sebagai awal saya coba untuk naik lewat jalur Cibodas. Biarpun rutenya lebih panjang dari jalur Gn.putri setidaknya pendakian lewat jalur ini tidak monoton karena banyak spot-spot yang menarik. ada Telaga Biru, Air Panas, Kandang Badak (dulu sih katanya ada badaknya :p), Tanjakan Setan!! yang sungguh ampun bikin mau teriak “Setan!!”. Dari pintu gerbang TNGGP sampai Telaga Biru trek masih belum terjal tapi lumayan terasa juga sakit ini pinggang lantaran gendong carrier yang isinya baju. Di Telaga Biru kita bisa mengisi air untuk bekal sampai ke puncak. Airnya bening, deras pula. Di balik semak-semak itulah ada telaga yang warnanya kebiruan. Di pos ini juga dibangun shelter mungkin bisa dua tenda lah kalau-kalau mau nge-camp.

Lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

Telaga Biru. Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.

Air terjun Cibeureum. Mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.

Air Panas. Terletak sekitar 5,3 km atau 2 jam perjalanan dari Cibodas.

Kandang Badak. Untuk kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari Cibodas.

Puncak dan Kawah Gunung Gede. Panorama berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur-Sukabumi-Bogor terlihat dengan jelas. Di puncak ini terdapat tiga kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau 5 jam perjalanan dari Cibodas.

Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6 jam perjalanan dari Cibodas. Sumber: Wikipedia

Sesudah Adhi selesai mengisi air ke jerigen kami lanjutkan pendakian. Tidak jauh dari Telaga Biru pendaki akan menemukan jalan bercabang. Ke kanan adalah jalur menuju curug Cibeureum sedangkan ke kiri itu jalur menuju gunung Gede dan gunung Pangrango. Percabangan jalan ini ditandai dengan sebuah shelter bernama Pos Panyangcangan.

Mendaki memang menyenangkan jika dilakukan bersama teman-teman yang sudah terbiasa dengan sifat dan sikap kita. Tapi mendaki bersama teman baru yang belum berpengalaman tentu patut dicoba juga loh sebagai tantangan baru. Kadang saya harus bersabar ketika mereka kelelahan, tapi juga berusaha meyakinkan mereka  kalau saya juga orang yang bisa habis tenaga dan kita harus berbagi tenaga untuk memikul perbekalan hingga ke puncak.

IMG_0118Perjalanan makin terasa melelahkan ketika kami dipaksa melewati jalur dengan banyaknya pepohonan yang tumbang. Sejenak saya bertukar beban. Saya biarkan Bae yang membawa carrier. Dia kecil tapi betisnya “made in belitong” hahaha. Adhi juga bawa carrier tapi belum dapat bagian tukar jadi dia harus berjuang sedikit lagi walaupun wajahnya sudah meringis sejak tadi. Utungnya anak-anak ini gak terlalu ngoyo jadi gampang aja kalau disuruh jalan lagi. :)

Suara deru air mulai terdengar sedari tadi, saya pikir kami hampir sampai di Air Panas. Ternyata memang benar, plank Air Panas menandakan kami sudah benar sampai disana. Sampai di sini kami istirahat sambil menyantap nasi bungkus yang dibeli Aab di bawah tadi. Tebal juga uap air dari sumber air panas hingga sampai ke pos tempat kami makan membuat kami ingin segara melanjutkan pendakian. Kami melewati air panas yang tampak turun dari bebatuan. Orang-orang juga tidak sedikit yang menyempatkan untuk sekedar berendam.

Kami terus memacu langkah kaki dengan target puncak sore hari. Tidak lama setelah melewati air panas tadi, sampai lah kami di trek yang datar. Begitu melihat tempatnya saya jadi teringat dengan film The Lost Word, pepohonan dengan ukuran yang besar dan jarang-jarang, dahan-dahan yang melebar di atasnya membentuk sebuah kanopi alam, lumut-lumut membalut pohon-pohon besar itu. Tanahnya liat berwana coklat muda serta berkerikil dengan ukuran beragam. Air terjun menambah nilai eksotis tempat ini.   Aaah.. damai sekali rasanya, tapi lama kelamaan entah kenapa jadi seram juga.

IMG_0158

Hingga beberapa menit melewati trek yang terjal kami akhirnya sampai di pos Kandang Badak. Pos ini adalah tempat paling strategis untuk yang berniat bermalam sebelum melanjutkan ke puncak karena dari pos ini jalur terbagi dua lagi. Ke kiri gunung Gede (2958 mdpl) dan ke kanan gunung Pangrango (3019 mdpl). Tapi sayang, sampah dari pendaki yang tidak bertanggung jawab berserakan  begitu saja di tempat ini :( . Sesudah menunaikan sholat dzuhur kami lanjutkan perjalanan, kali ini giliran saya lagi dan Jaissy kebagian membawa carrier.

Sebenarnya secara keseleluruhan jalur di gunung Gede ini tergolong yang mudah untuk dilalui pendaki pemula. Tapi untuk yang satu ini kayanya harus minta ampun deh,, ya apalagi kalau bukan Tanjakan Setan. Tanjakan yang terjal sampai-sampai harus dipasangi tali untuk keamanan. Benar-benar menguras tenaga. Jarak saya dengan Aab yang ada di depan mulai tidak terkejar, sama halnya dengan Jaissy dan Adhi yang ada jauh di belakang. Setelah menunggu agak lama barulah Jaissy dan Adhi bisa merapat.

bledes0111

Di ujung Tanjakan Setan  kawah Gede harusnya sudah bisa terlihat begitu juga dengan Pangrango di sebelahnya. Sayang kabut sore itu begitu tebal sehingga view jadi putih semua. Kami masih harus menyisir tepian kaldera gunung Gede sebelum sampai di Puncak 2958 mdpl.

Dengan tenaga yang tersisa nyaris tiris pula ditambah butir-butir sisa semangat (lebay :p), kami berlima akhirnya sampai di puncak itu, puncak 2958 mdpl. Haaaa.. lega rasanya walaupun kabut tebal tapi ini kali pertama untuk Bae, Aab, Adhi, dan Jaissy menapaki puncak gunung Gede. Dan mungkin ini kali ketiga saya ada di sini tapi kharisma Gede memang tak pernah hilang dari ingatan. Puncak ini masih sama seperti pertama kali aku datangi, tenang dan damai :)

Tidak lupa Bae mengabadikan kami berlima dengan video pendeknya setelah itu saya dan Aab bergegas turun ke Surya Kencana untuk mendirikan tenda karena hari sudah menjelang magrib. Bae, Adhi dan Jaissy sampai di Surken tak lama ketika saya dan Aab hendak mendirikan tenda. Kami bermalam di Surken untuk keesokan harinya turun lewat Gn.putri. Sangat singkat rasanya 2 hari 1 malam. Tapi ini pun sudah lebih dari cukup untuk bertualang bersama teman lagi dan lagi ..  :)
Keep exploring .. Salam Rimba !

——————————————————————————————————–

IMG00457-20120705-1304

Di Pintu Rimba dalam perjalanan turun melalui jalur Gunung Putri

IMG00451-20120705-1045

Seribu kata cintamu tak sebanding dengan indah edelweiss di negeriku :)

IMG00425-20120705-0851

Ngopi-ngopi ditemani hangat mentari Surya Kencana (itu sampahnya dibawa turun lagi heiii….!)

IMG00420-20120705-0732

Kopi habis kita tiduran.. biar ga mati gaya sama anak pantai

IMG_0166

Meniti Tanjakan Setan yang curam

IMG_0229

Puncak Gede pagi hari

IMG_0247

Suasana Surya Kencana diambil dari lokasi kami mendirikan camp. Puncak Sheila dan Gumuruh menjadi latarnya

IMG_0150

Pas banget ada pohon tumbang.. Ngasoooooooo!!!

bledes0126

Surya Kencana

bledes0116

Langit teman mendaki

bledes0124

Jaissy Rahman Tohir

bledes0125

Muhammad Adhi Kurnia, dia sudah pakai kolor sejak dari bawah. tak usah hiraukan :lol

———————————————————————————————-

Lokasi Gunung Gede 2958 mdpl:

2 thoughts on “Sepenggal Kisah di Gunung Gede (Lagi..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s